Optimate Indonesia - Essential Oil

Penggunaan Essential Oil Pelengkap Obat Herbal untuk Self Healing

Essential Oil atau biasanya disingkat EO menjadi primadona di kalangan ibu-ibu muda. Namun perlu diketahui bahwa Essential Oil sifatnya hanya sebagai pelengkap saja bukan untuk pengganti obat herbal. Obat herbal di Indonesia yang sudah tersebar luas dapat dilengkapi dengan Essential Oil ini bukan bersifat menggantikan. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. 

Jika digunakan secara berlebihan dan tidak mengikuti aturan maka dapat berdampak buruk dan dampak serius yang dapat ditimbulkan adalah kematian seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Kasus kematian akibat salah penggunaan Essential Oil ini mencuat pada 2018 saat seorang ibu yang mengganti obat asma dengan Essential Oil. Saat dilarikan ke rumah sakit, pihak medis angkat tangan usai mendengar langsung laporan dari sang ibu dan kondisi anaknya. 

Kasus kematian tersebut jangan dijadikan sebagai acuan untuk menolak menggunakan Essential Oil karena penggunaannya dapat dilakukan untuk self healing yang mengacu pada konsep karnus. Efek relaksasi yang ditimbulkan dapat menjadi pelengkap tahapan pertama self healing untuk peremajaan sel. Tahapan pertama yang dimaksud adalah pikiran kita. Kesembuhan suatu penyakit dipengaruhi oleh pikiran, rasa khawatir / cemas yang menimbulkan stress yang berlebihan. Tingkat stress ini akan mempengaruhi organ tubuh lainnya misalnya saja peningkatan asam lambung. 

Maka menjaga pikiran dan sering melakukan relaksasi adalah kuncinya. Hal tersebut dapat digabungkan dengan penggunaan Essential Oil sesuai dengan aturan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Essential Oil: 

1. Encerkan Essential Oil

Penggunaan Essential Oil disarankan untuk penggunaan luar saja dan apabila diberikan kepada anak-anak maka sebaiknya menggunakan diffuser yang sebelumnya harus diencerkan terlebih dahulu. Menurut ahli, kepekatan yang terkandung dalam Essential Oil juga menjadi salah satu alasan mengapa sebaiknya penggunaan Essential Oil sebaiknya diencerkan. 

2. Jangan meminum Essential Oil secara sembarangan

Minyak ini memiliki tingkat kepekatan dan berbagai tingkat toksititas bila tidak digunakan secara benar akan memiliki efek sampng yang tidak daat diremehkan. Pasalnya, ada saja berbagai distributor essential oil yang memberi contoh meminum langsung tanpa pelatihan yang jelas. Hal ini menurut para ahli dapat menyebabkan sensasi panas atau terbakar di tenggorokan.  

Baca Juga : Apasih Terapi Holistik itu?

3. Perhatian fungsi masing-masing Essential Oil

Penggunaan Essential Oil yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya akan berdampak positif bagi tubuh. Menurut National Association for Holistic Aromatherapy, wanita hamil dan menyusui tidak bisa memakai rosemary, lavender, sage, mugwort, tarragon, juga wintergreen essential oil. Anak di bawah satu tahun dilarang menggunakan Essential Oil ini karena kulit mereka masih sangat sensitif, sistem pernapasannya juga belum begitu matang. Lalu ada lavender, jasmine, atau eucalyptus yang dapat membuat pikiran jadi lebih rileks. Khsusus Lavender selain dimanfaatkan untuk Essential Oil juga dapat dimanfaatkan untuk produk perawatan kulit, seperti lotion atau scrub. Peppermint juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan sensasi sejuk dan mengurangi stress di kulit saat dioleskan. Essential Oil ini juga sering digunakan pada pemijatan.